Assalamu Alaikum Warahmatullahi  Wabarakatuh

Kepada Yth;
Para Pengunjung umpungeng.blogspot.com
Di manapun Anda berada

Dengan hormat,
Salam hangat dari kami warga dusun Umpungeng

Dalam upaya mewujudkan masyarakat yang sejahtera dibutuhkan sinergi yang solid dari berbagai unsur masyarakat. Mewujudkan tatanan masyarakat yang berbudaya positif serta berkinerja produktif tidaklah mungkin di sandarkan pada proses alam meski disekelilingnya terdapat kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Kesadaran inilah yang melatar belakangi kami selaku putra daerah mengundang partisipasi berbagai elemen masyarakat untuk turut serta dalam  berbagai program-program  yang tertuang dalam blog ini dalam rangka mewujudkan visi kami menjadi desa yang mandiri dan sejahtera.

Sebagai desa yang memiliki aset kekayaan alam dengan wilayah yang sangat luas, Umpungeng membutuhkan sentuhan ilmu pengetahuan dari para ilmuan serta teknik pengelolaan lingkungan yang baik dan produktif dari para profesional sebagaimana yang diterapkan di industri-industri berkembang.

Namun kami menyadari bahwa untuk mendapatkan itu semua dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, ditambah lagi dengan keterbatasan akses informasi serta pengetahuan warga yang sangat minim akan perlunya melibatkan para ahli dari berbagai disiplin ilmu untuk mendapatkan hasil sumberdaya alam secara optimal di satu sisi dan menjaga kelangsungan sumber daya alam disisi lain.

Maka demi kemakmuran bumi, demi kita dan anak keturunan kita dan demi amanat yang Allah titipkan untuk kita selaku kholifa di bumi, maka dengan ini kami atas nama warga Umpungeng mengundang para Ilmuan (peneliti), Akademisi (Dosen & Mahasiswa), para profesional dari berbagai latar belakang profesi, para cerdik pandai dan para Ulama untuk datang menengok kami, berbagi ilmu dan pengalaman serta memberi tuntunan untuk kami jadikan pegangan dalam mengelola aset yang Allah amanatkan kepada kami.

Dengan  sinergi berbagai disiplin keilmuan, kami yakin kelak akan memberi dampak positif bagi generasi muda, akan terbentuk tradisi keilmuan baru yang sinergis (berjamaah), integral (silaturrahim) dan aplikatif (manfaat)  yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang pada akhirnya masyarakat akan faham betapa berharganya ilmu pengetahuan dalam kehidupan kita.

Akhirnya kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya atas setiap partisipasi yang diberikan, hanya kepada Allah lah sumber segala balasan.   

Umpungeng 31 Mei 2013
Hormat

 Inisiator   
 Sebagai bagian dari upaya mewujudkan Umpungeng menjadi desa`wisata (Umpungeng ecotourism village), sebuah rintisan awal telah dimulai, yakni dibukanya permandian alam air terjun Lemoe. Tanggal 20 Agustus 2012 tepatnya sehari setelah perayaan Idul Fitri, 3 orang yang mewakili 3 generasi yakni Muhammad Emil (kalangan muda), Sudirman (Dewasa) dan Siti Aisyah (Orang Tua) melakukan survey awal sekaligus merintis jalan sementara menuju lokasi. Survey sederhana yang dilakukan telah memberi kesan mendalam bagi ke tiganya oleh keindahan airterjun dan kawasan sekitarnya.

Lokasi air terjun ini hanya berjarak 300 m dari pusat pemukiman warga, terletak dipinggir jalan yang menghubungkan antara Desa Gattareng dengan Dusun Umpungeng. Lokasi yang memiliki air jernih dengan kolam berbentuk segi tiga ini hanya berjarak 3 km dari jalan poros Bulu Dua menuju Makassar Ibukota propinsi Sulawesi Selatan atau dapat ditempuh selama 30 menit menggunakan kendaraan roda dua. Hal yang paling mengesankan dari objek wisata alam ini adalah batu tempat jatuhnya air yang berbentuk belahan pipa raksasa lurus memanjang hingga kedasar tempat jatuhnya air. Selain menimbulkan suara gemuru yang memperkuat kesan kesejukan alam,  batu yang menjadi saluran air yang terbentuk dari proses alam tersebut juga menimbulkan riak gelombang sepanjang air mengalir hingga terlihat berwarna putih. Terdapat dua air terjun dan dua kolam renang utama yang tersusun seperti layaknya kolam renang yang menempati bangunan dua lantai. Luas kolam atas bebentuk lingkarang yang lebih menyerupai tungku besar yang berisi air bening berdiameter 15 m dengan kedalaman mencapai 3 meter. Sementara air terjun kedua tingginya mencapai 25 m dengan kolam renang membentuk segi tiga dengan kedalaman mencapai 5 m. Tempat ini memiliki nilai sejarah dimana orang-orang terdahulu menggunakan tempat ini sebagai tempat pembersihan bagi yang dianggap bersalah atau melanggar aturan adat. Atas dasar tersebut para sepuh dan tokoh adat kini menganjurkan agar setiap pengunjung berprilaku sopan serta bertutur kata yang baik terutama saat berada di lokasi. Demi kenyamanan dan kepuasan dalam menikmati alam, dianjurkan agar setiap pengunjung melengkapi diri dengan peralatan  renang yang cukup seperti pakaian renang, kecamata air untuk menikmati pemandangan bawah air. Disamping itu seluru pengunjung wajib menjaga sampah terutama berbahan plastik (non organik), Tidak membawa benda tajam demi menghindari penebangan pohon sembarangan, dilarang membawa zat kimia / bahan racun dan sejenisnya demi menjaga perusakan species yang dapat mengakibatkan rusaknya alam disekitar lokasi objek.          
   
Semangat persatuan dan gotong royong warga telah membuahkan hasil, beberapa infrastruktur telah dibangun antara lain jalan akses dari jalan utama menuju objek, meski dibangun dengan sederhana namun jalan yang terdiri atas 99 anak tangga memiliki nilai filosofi yang agung karna selain berolah raga saat menuruni anak tangga tersebut, pengunjung juga dapat melantunkan zikir Asmaul husnah sejumlah 99 sesuai dengan jumlah anak tangga yang dilalui. Kini warga tengah mempersiapkan bangunan infrastruktur pendukung lainnya yang akan memberi kenyamanan pengunjung disamping menjaga kebersihan dan kelestarian alam sekitar yakni bangunan Toilet umum, Mushallah, Tempat pembakaran sampah plastik & P3K. Jika peduli, kami mengundang partisipasi anda demi mewujudkan cita-cita bersama yaitu objek wisata alam yang menarik, bersih dan bebas polusi. amin

     

Pembangunan modern telah menghantarkan manusia pada pencapaian-pencapaian dahsyat yang pada era sebelumnya belum terbayangkan. Pesawat, computer, telepon seluler, mega konstruksi, internet dll. Namun fakta lain menunjukkan dengan sangat jelas bahwasannya dunia saat