Menurut sebuah hadist, Allah telah menjamin setiap rezeki  makhluknya, dan Allah akan menambahkan rezeki bagi orang-orang yang meminta atau ber do’a. Sesungguhnya rezeki Allah telah disebarkan dimuka bumi ini. Tugas dari setiap makhluknyalah untuk mencari rezeki yang telah disebarkan tersebut, baik dia meminta tambahan atau tidak.
Usaha dalam mencari rezeki tersebut ada bermacam-macam, namun secara umum kami mebedakan menjadi dua macam yaitu sebagai pekerja atau berwira usaha (barang & jasa) Menurut sebuah hadits bahwa 90% rezeki disebarkan melalui perdagangan.  Hikmah dibalik ini adalah karena orang gajian (pegawai negeri,swasta,buruh atau pejabat Negara) tidak dapat menerima tambahan rezeki kecuali yang sudah ditetapkan oleh pemberi kerja.  Waktu sebagai pegawai telah  diberi oleh perusahaan / pemberi kerja selama rata-rata 8 jam sehari. Secara etika pegawai harus bekerja dari jam 08.00 pagi hingga jam 17.00 dan tidak dapat mencari rezeki lain dalam waktu yang sama sehingga waktu untuk mencari tambahan razeki jauh lebih sempit dibanding dengan kita sebagai pengusaha yang waktu kita belum tergadai oleh orang lain. 

Dalam usaha mencari rezeki biasanya dibutuhkan modal awal, seperti kata pepatah, untuk memangcing dibutuhkan kail, untuk melaut dibutuhkan biduk dan untuk bertani dibutuhkan bajak.  Kail, biduk dan bajak merupakan modal dalam mencari rezeki, dan modal tersebut harus dibeli dengan harta yang kita miliki.  Secara sepintas harta kita memang berkurang, tetapi kita memiliki kesempatan untuk mendapatkan harta yang lebih banyak lagi dari hasil usaha kita dalam memutar harta yang telah kita jadikan modal sebagai mana tersebut, yang kemudian disebut investasi.

Dengan diputarkannya harta, rezeki lebih banyak bisa berkumpul, bahkan bisa dibesarkan bukan hanya kepada pemilik harta tetapi juga kepada orang lain. Hal ini juga yang menjadi hikmah bahwa Allah SWT melarang penimbunan harta yang hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumtip kita. Sekalipun kita memiliki harta yang banyak cepat atau lambat akan habis juga. Allah menganjurkan agar harta lebih yang kita miliki untuk diputar agar rezeki bisa datang dan berkumpul.

Pada umumnya masyarakat prasejahtera tidak memiliki kelebihan harta. Rezeki yang mereka dapat hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Mereka tidak memiliki cukup modal yang bisa digunakan untuk mendatangkan rezeki sebagai tambahan. Ketidak mampuan inilah yang harus ditolong oleh orang-orang yang memiliki kelebihan rezki dari Allah.

Dengan konsep pemanfaatan dari harta orang-orang yang berniat berkurban atau bersedaqoh, untuk bisa diputar melalui pola kerja sama dengan masyarakat prasejahtera, maka Insya Allah harta lepas dari dari orang-orang yang telah berniat berqurban & bersedaqoh ini dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan hasil yang lebih besar yanpa meninggalkan/mengurangi niatan dan pelaksanaan berqurban.

Kunci sukses dalam  dalam pelaksanaan kegiatan ini ada dua yaitu amanah dan kesediaan berqurban atau gotong royong. Dalam program tabungan Qurban-1 th ini orang-orang yang berniat berqurban dan sedaqoh telah memberikan amanah dengan menyerahkan harta mereka kepada masyarakat prasejahtera untuk diputar terlebih dahulu sebelum digunakan untuk berqurban.  

Pada prinsipnya orang-orang yang telah berniat untuk berqurban tidak akan mengambil kembali harta yang telah mereka kembalikankepada Allah. Hanya saja rentangan waktu (-1 th) yang tersisa sebelum ditunaikannya hak Qurban merupakan amanah yang harus dijaga dan dipertanggung jawabkan. Maka masyarakat prasejahtera yang menerima tanggung jawab sebagai  pengelola amanah tidak  boleh berdiam diri saja dan menganggap semua sebagai pemberian hadiah semata. Kata kuncinya adalah “masyarakat prasejahtera mengelolah asset orang-orang yang berniat melaksanakan Qurban tahun depan”.

Selain itu kunci sukses yang umum berlaku dalam menjalankan sebuah usaha adalah “tidak memakan modal kerja” kecuali sebesar yang telah ditentukan dalam rencana usaha. Intinya adalah masyarakat juga harus rela berqurban untuk tidak dengan tergesa-gesa ingin segera mendapatkan hasilnya. “ Alla juga memperingatkan bahwa tergesa-gesa itu adalah sifatnya syaitan” dan kita dilarang mengikuti langkah-langkah syaitan. Usaha ini membutuhkan ketekunan dan kedisiplinan yang ketat sedikitnya 2 tahun sebelum bisa melihat hasil yang nyata. Untuk itu para pengelola amanah haruslah bisa memastikan amanah yang diembangnya dikelola dengan benar, tidak memakan harta Qurban kecuali sesuai dengan yang telah ditentukan dalam rencana usaha dalam rancangan proposal ini. 

Untuk menjaga semangat gotong-royong yang telah menjadi budaya bangsa kita, para Pengelolah amanah harus bersedia berkontribusi bersama dengan orang-orang yang telah berniat berqurban ini, baik harta mupun tenaga dan waktu secara gotong royong guna menambah modal bagi keberhasilan usaha pemanfaatan harta para pemilik Qurban ini. Ini adalah bentu usaha yang sangat dianjurkan oleh Allah dan usaha kita akan mendapatkan keberkahan.
 Harta dari orang-orang yang telah berniat berqurban adalah amanah yang harus ditunaikan oleh  masyarakat prasejahtera sesuai dengan kesepakatan waktu yang disetujui bersama.  Setelah ditunaikannya amanah tersebut dengan baik harta yang berkembang menjadi milik Masyarakat pengelola amanah tsb. Pemanfaatan harta tersebut diserahkan sepenuhnya pada hasil musyawara bersama seluruh anggota pengelola.

Ringkasan Rencana Usaha  
Usaha penggemukan sapi ini didasarkan pada asumsi orang-orang yang telah berniat berqurban sapi dengan total dana yang terkumpul sebanyak Rp.14.000.000 (empat elas juta rupiah) atau kontribusi setiap satu ekor sapi untuk 7 orang sebesar Rp.2000.000,-(dua juta rupiah). Uang sebesar Rp.14.000.000,- tersebut digunakan untuk membeli sapi untuk digemukkan dan sebagai modal kerja untuk pembelian pakan ternak, obat-obatan dan upah perawat / penjaga. Biaya tersebut tidak termasuk pembuatan kandang.  Pembuatan kandang insya Allah akan kami kerjakan secara swadaya bekerja  sama dengan pihak kelurahan. Dengan dukungan sumber daya alam yang melimpah dan dengan tekad para penduduk dalam mengelola amanah, insya ALLAH akan berjalan sesuai yang direncanakan. Dengan perhitungan seperti tersebut diatas (perhitungan rinciannya akan kami jelaskan secara terpisah), maka diakhir tahun ke 2 masyarakat prasejahtera akan mendapatkan harta berupa uang sebesar Rp. 2000.000,- (dua juta ruiah) ditambah 3 ekor sapi, yang apabila dijumlahkan semuanya bernilai Rp.23.573.000,- (dua puluh tiga juta limaratus tujuh puluh tiga ribu rupiah)

Ini artinya uang dari orang-orang yang telah berniat berqurban telah bersedaqoh secara melipat dari nilai awal Rp.14.000.000,- menjadi 23.573.000,- dalam waktu 2 tahun dan kemungkinan akan terus berlipat dan bertambah apabila usaha ini dilanjutkan. Pada akhirnya setiap masyarakat memungkinkan untuk memiliki seekor sapi dari hasil pembagian rezeki yang dikelola bersama.

Tertib administrasi
Untu menjaga agar tidak timbul kekacauan dikemudian hari maka harus tertib administrasi agar semua kontribusi tercatat dalam sebuah buku catatan Kontribusi yang semuanya dikonversi dengan uang. Jika sumbangan dalam bentuk barang atau tenaga maka semua akan di nilai dengan uang secara wajar. Nilai uang dari kontribusi tersebut merupakan nilai saham  dari usaha ini. 
Dengan tercatatnya para pemberi kontribusi masyarakat yang dijatah dan bagi secara rata dan adil tersebut, baik besar maupun kecil maka  akan menghindarkan masyarakat dari kemungkinan ketimpangan dan peluang untuk memiliki harta lebih banyak dari yang lain, atau bahkan menguasai saham dari yang lainnya. Penjatahan ini kami atur dalam musyawarah warga dengan mengutamakan perinsip-perinsip keadilan dan kerelaan ber korban untuk saling membantu dengan anggota masyarakat lainnya yang kurang mampu.

Sikap berkorban dari orang-orang yang berniat berqurban akan kami terapkan pula pada kami selaku pengelola amanah. Dengan demikian maka masyarakat kami juga akan terlatih untuk ikhlas terhadap ketentuan-ketentuan Allah jika Allah memberi ujian selama masa usaha. 

Asumsi rencana usaha
Usaha yang hendak dijalankan ini adalah usaha penggemukan sapi potong dengan asumsi-asumsi sebagai beriku:

Biaya Investasi sapi
Jenis Sapi potong             : Brahman Cross (Bra-X) atau Australian Commercial Cross (ACC)
Bobot awal                         : 300  kg 
Harga beli bobot awal      : Rp.16.500 per Kg. hidup

Biaya Operasional   
Biaya Pakan                           :Rp. 75  per  kg
Kebutuhan pakan                   :40  Kg.per hari
Biaya obat-obatan                  :Rp. 15.000 per 4 bulan
Biaya operasional                   :Rp. 19.125  per orang/bulan
Keutuhan pekerja                   :2 orang
Lama masa penggemukan   :4 bln
Target pertambahan bobot   :114  Kg

Harga Penjualan           
Bobot akhir                              :414  Kg
Harga jual bobot akhir            :Rp. 16.000  Kg  hidup

Kontruksi Kandang
Biaya dan konstruksi kandang diserahkan sepenuhnya pada kemampuan dan kreatifitas tim kami dimasyarakat. Dari beberapa konstruksi bentuk kandang, kami lebih merekomendasikan material dari bamboo. Selain lebih murah juga kami memiliki resource yang cukup banyak.

Menurut perhitungan kandang yang terbuat dari bamboo mampu bertahan hingga 5 tahun.  Ini lebih cocok untuk jumlah sapi yang masih sedikit. Jika kelak berkembang maka kami akan pertimbangkan untuk menggunakan material yang lebih kuat semisal besi. 

Usaha kerjasama yang kami tawarkan dalam proposal ini akan menjadi langka awal dalam usaha pengembangan peternakan sapi potong oleh Masyarakat yang jika berkembang menjadi sekala besar (industry) maka masyarakat pun sudah siap untuk diajak bermitra dengan tanggung jawab yang lebih besar. Terlepas dari itu semua seperti kata pepatah cina, langkah ribuan mil dimulai dari satu langka pertama. Maka kami mengajak memulai langkah pertama dengan bismillah, anda berQurban dengan harta plus waktu dan kami akan berQurban melalui tenaga dan waktu dengan amanah dan penuh tanggung jawab, Insya Allah. Kita panjatkan do’a agar usaha bersama ini mendapat Ridho dari Allah pemilik alam semesta.

Arus Kas
Arus kas yang kami buat mencakup periode 2 tahun  yang akan kami sampaikan brdasarkan permintaan. Kami akan mengirimkan baik dalam bentuk hard copy atau pun soft copy ke alamat email / tempat tinggal yang anda sampaikan kepada kami. 


9 Question for one target:

1. Costumer Segment- Segmen pelanggang
2. Channel-Jaringan
3. Costumer Relations-Hubungan dengan jaringan
4. Value Proposition / Protection - Nilai tambah
5. Key Resources- Sumber daya utama
6. Key Activities- Aktivitas utama
7. Research Endorsement-Penelitian /pengembangan (pengesahan)
8. Cost Structure (Struktur biaya)
9. Revenue Structure (Struktur pendapatan)







   

0 komentar:

Posting Komentar