Tampilkan postingan dengan label Sumber Daya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumber Daya. Tampilkan semua postingan
Aliran sejumlah sungai  di kawasan umpungeng yang tidak pernah kering dan bermuara pada satu aliran sungai yang debit airnya cukup deras dan terjaga sepanjang tahun merupakan anugrah kekayaan alam yang patut disyukuri. Dengan ketersediaan sumber air yang melimpah memungkinkan kami untuk memperoleh sumber energy terbarukan yang sangat melimpah terutama sumber daya listrik. Dengan ketersediaan listrik yang cukup, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi untuk kesejahtraan masyarakat. Produksi gula areng yang selama ini mengandalkan kayu bakar sebagai bahan bakar utama  dapat beralih ke energi listrik yang berarti meringankan beban pekerjaan para penrajin gula areng, mengurangi tindakan destruktif masyarakat terhadap aksi pembalakan kayu di sekitar kawasan, dan yang terpenting adalah dapat mempersatukan petani dalam mengolah nira mereka untuk menjadi  gula areng yang sangat dinanti oleh para konsumen makanan sehat dari penjuru dunia.
Disamping dampak positif diatas, energi listrik dapat meningkatkan industri rumah tangga masyarakat umpungeng terutama kaum ibu yang selama ini memang dikenal memiliki keterampilan-keterampilan khusus namun kurang produktif akibat dari minimnya peralatan plus proses yang serba tradisional.   

Letak desa Umpungeng yang berada pada ketinggian 1000 m diatas permukaan laut dan terletak +-50 km sebelah barat Kota Watang soppeng berbatasan dengan Kab.Barru sebelah barat dan Kab.Bone di sebelah Selatan. Wilayah yang beradah dilereng Gunung Poso ini merupakan daerah dengan curah hujan paling tinggi diantara wilayah lain di kabupaten Soppeng yang  secara geografis terbagi 3 Kampung yang dibatasi oleh masing-masing sungai  yakni antara Sungai Lebba-e dengan Sungai Lasaurung terdapat Kampung Bulu batu dan antara Sungai Ladengeng dengan sungai Yawangpulo terdapat Kampung Umpungeng satu dan Umpungeng dua. Aliran sungai-sungai tersebut bermuara ke sungai Langkemme yang selama ini merupakan pengsuplay utama irigasi kawasan kec. Mario Riwawo,Lajjoa,  Cabenge dan Sekitarnya.
Tidak dipungkiri bahwa peran pendidikan sangat menentukan pergerakan di suatu komunitas. Semakin tinggi pengetahuan suatu kaum akan berbanding lurus dengan kualitas hidup dan peradabannya. Masyarakat Umpungeng yang berjumlah sekitar 300 kepala rumah tangga yang mendiami 2 dusun dikenal kearifan dan karakteristik budaya yang khas. Meski mayoritas penduduk minus pendidikan formal,namun masyarakat pada umumnnya senang belajar dari keadaan mereka sendiri di dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tercermin dari perilaku masyarakat yang ramah, sopan, bertutur kata yang lembut serta pandangan bijak para orang tua terhadap setiap kejadian dan fenomena alam yang tidak terlepas dari perilaku serta persepsi manusia sebagai pengelola dan penanggung jawab keberlangsungan hidup makhluk dan alam sekitarnya. Pandangan-pandangan arif mereka dapat diselami tatkala kita sempatkan waktu untuk ngobrol santai bersama penduduk. 

Meski demikian, peran pendidikan formal juga tidak kalah pentingnya, terutama menyangkut persiapan dan  kaderisasi  untuk generasi sesudah kita. Hanya saja sangat disayangkan bahwa Lembaga pendidikan Sekolah Dasar Negeri yang telah dengan susah payah dibangun didusun ini, kwalitas pembelajarannya tidak mengalami perubahan yang signifikan kearah yang lebih baik. Bahkan cenderung menurun dari waktu ke waktu. Ini tercermin dari perilaku para penanggung jawab sekolah mulai dari Kepala Sekolah hingga kepada guru-guru tetap yang jarang datang mengajar di Umpungeng. Dimanakah gerangan tanggungjawab ini di sandarkan? Dewan perwakilan orang tua murid, Kepala Sekolah, Dinas Pendidikan Kota Kabupaten,Propinsi,  Menteri atau Presiden? Mohon bantu kami untuk menemukan solusi ini. Ini penting demi kelangsungan generasi kami yang lebih baik.            

Terbuka peluang untuk intensifikasi produksi padi dan juga diversifkasi dengan tanaman pangan lainnya, yaitu  melalui:
  1. Pengembangan komoditas unggulan yang berdaya saing dan menghasilkan nilai tambah bagi peningkatan masyarakat.
  2. Pemberdayaan petani dalam penerapan teknologi dan pemanfaatan informasi pertanian.
  3. Penyediaan sarana prasarana untuk mendukung pengembangan agroindustri di sentra-sentra produksi, termasuk pengembangan sistem jaringan irigasi, permodalan, dan pemasaran melalui pengembangan sistem informasi agribisnis.
  4. Pengembangan industri pengolahan untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk-produk pertanian.
  5. Penciptaan iklim usaha yang mendorong berkembangnya agribisnis dengan nilai tambah yang dinikmati masyarakat pertanian dan pedesaan.
  6. Peningkatan akses pengusaha mikro, kecil dan menengah dan koperasi pertanian terhadap sumber-sumber pendanaan, teknologi dan informasi.
  7. Peningkatan aktifitas konservasi hutan dalam rangka mempertahankan Umpungeng sebagai kawasan resapan air.
  8. Memanfaatkan dam-dam sungai yang terbentuk secara alami untuk budidaya dan produksi ikan air tawar.
  9. Tanaman pangan lain yang dapat lebih dikembangkan adalah : 
    1. Kebun Cengkeh
    2. Kebun Kakao
    3. Kebun Kopi
    4. Kebun Kemiri
    5. Kebun Vanili
    6. Kebun Lada
    7. Umbi-Umbian
    8. Rotan
    9. Kayu Olahan
    10. Madu Hutan
    11. Produksi makanan khas Syapa (Gadung / Dioscorea hispida )
    12. Produksi Kluak
    13. Durian
    14. Gula Aren
    15. Dodol Pangi (pangiung)
    16. Empat Hulu Sungai  (cocok untuk perikanan)